EFEKTIVITAS KOMBINASI ANALGESIK MULTIMODAL INTRAVENA DALAM MANAJEMEN NYERI PASCA OPERASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI MASTEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN GENERAL ANESTESI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

MAHARANI, CINDY (2025) EFEKTIVITAS KOMBINASI ANALGESIK MULTIMODAL INTRAVENA DALAM MANAJEMEN NYERI PASCA OPERASI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI MASTEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN GENERAL ANESTESI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (188kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)

Abstract

Nyeri pasca mastektomi pada pasien kanker payudara merupakan masalah klinis yang
sering menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk berkembangnya post-mastectomy
pain syndrome (PMPS). Penggunaan opioid tunggal memiliki keterbatasan karena risiko
efek samping dan ketergantungan, sehingga pendekatan analgesia multimodal intravena
dengan berbagai kombinasi agen analgesik semakin banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi efektivitas kombinasi analgesik multimodal intravena dalam mengendalikan
nyeri pasca operasi pada pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi dengan
anestesi umum. Tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA 2020 melalui
pencarian di PubMed, Cochrane Library, ScienceDirect, dan EBSCO pada publikasi tahun
2005–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi adalah randomized controlled trials
(RCT) dan studi kohort yang menilai efektivitas kombinasi analgesik multimodal intravena
pada pasien mastektomi. Kualitas metodologi dinilai menggunakan instrumen Joanna
Briggs Institute (JBI). Sebanyak 11 studi dengan total lebih dari 800 pasien mastektomi
dianalisis. Kombinasi pregabalin–esketamin terbukti signifikan menurunkan insidensi
nyeri kronik hingga 6 bulan pasca operasi (14,3% dan 7,1% vs 46,3% dan 31,7%; p<0,01),
serta mengurangi konsumsi opioid. Remifentanil–dexmedetomidine memberikan analgesia
lebih baik sekaligus meningkatkan profil imunologis pasien. Anestesi berbasis ketamin
lebih efektif dibanding opioid dalam mengurangi nyeri akut, sementara kombinasi
ketamin–magnesium sulfat terbukti aman dan opioid-sparing. Penggunaan diklofenak
menurunkan konsumsi opioid namun meningkatkan risiko perdarahan, sedangkan lidokain
intravena menunjukkan hasil yang tidak konsisten.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Analgesia Multimodal, Nyeri Pasca Operasi, Mastektomi, Anestesi Umum, Tinjauan Sistematis
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:10
Last Modified: 06 Aug 2026 04:10
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3918

Actions (login required)

View Item
View Item