ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI PADA PASIEN DENGAN CHOLESISTEKTOMY DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA

PRAYOGA, ESA DAHAN (2025) ASUHAN KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI PADA PASIEN DENGAN CHOLESISTEKTOMY DENGAN GENERAL ANESTESI DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (708kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (211kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (196kB)

Abstract

Cholelithiasis adalah kondisi di mana batu terbentuk di kantong empedu yang
mengakibatkan peradangan disertai keluhan nyeri perut kanan atas. Penulis melaporkan
kasus cholelithiasis pada seorang wanita berusia 33 tahun yang datang dengan keluhan
nyeri di perut kanan atas dan terkadang mual, menghilang selama bertahun-tahun. Metode
penelitian menggunakan studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan
langsung dan pemantauan kondisi hemodinamik dan respons pasien selama prosedur
anestesi. Diagnosis medis ditetapkan dengan serangkaian pemeriksaan antara fisik,
laboratorium, dan USG sehingga kolelithiasis terbentuk. Kemudian, pasien direncanakan
untuk menjalani prosedur operasi yaitu kolesistektomi dengan intubasi tabung endotrakeal
anestesi umum. Selama fase pra-anestesi, preremediasi dengan ondansetron dan atropin
diberikan untuk mencegah mual dan bradikardia, serta analgetik fentanil untuk mengurangi
rasa sakit. Proses induksi anestesi menggunakan kombinasi fentanil, propofol, dan
rocuronium. Manajemen nyeri pasca operasi melibatkan fentanil, ibuprofen, dan vitamin
C. Manajemen yang tepat selama setiap fase anestesi penting untuk keberhasilan prosedur
dan kenyamanan pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien stabil selama
operasi dengan penyesuaian anestesi. Kesadaran awal diatasi dengan 3% sevoflurane.
Menggigil diobati dengan selimut hangat dan tramadol, dan skor aldrete 9 menunjukkan
kesiapan untuk pindah ke kamar rawat inap. Studi ini menyimpulkan bahwa penanganan
anestesi menggunakan anestesi umum dengan intubasi tabung endotrakeal telah terbukti
efektif dalam prosedur kolesistektomi pada pasien kolelithiasis, memastikan stabilitas
hemodinamik dan mengurangi ketidaknyamanan pasien. Pendekatan multimoda untuk
manajemen nyeri dan manajemen menggigil membantu mempercepat pemulihan pasien.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: endhotracheal tube, general anestesi, cholelithiasis
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 10 Aug 2026 03:47
Last Modified: 10 Aug 2026 03:47
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3935

Actions (login required)

View Item
View Item