PENGGUNAAN MULTIMODAL ANTIEMETIK DALAM PENCEGAHAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV): SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

SYAWALINA, MUTIARA (2025) PENGGUNAAN MULTIMODAL ANTIEMETIK DALAM PENCEGAHAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV): SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (247kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)

Abstract

Postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi umum yang
terjadi setelah pembedahan menggunakan anestesi umum. Kondisi ini dapat mengganggu
kenyamanan pasien dan memperpanjang masa pemulihan pada masa pascaoperasi. Dalam
pencegahan PONV terdapat pendekatan multimodal, yaitu penggunaan dua atau lebih obat
dengan mekanisme kerja yang berbeda. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi
yang lebih efektif dibandingkan dengan monoterapi, terutama untuk pasien dengan risiko
tinggi PONV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan
memaparkan bukti ilmiah tentang efektivitas multimodal antiemetik dibandingkan
monoterapi dalam pencegahan PONV, mengidentifikasi kombinasi obat yang paling sering
digunakan, dan menganalisis mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian PONV.
Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan
PICOTS terhadap artikel yang ditemukan melalui penelusuran database PubMed,
ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi yang telah ditentukan, serta dinilai kelayakannya menggunakan JBI Critical
Appraisal Tool. Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan analisis
dan sintesis data. Objek yang diteliti adalah pasien yang menjalani pembedahan dengan
anestesi umum dan menerima intervensi pencegahan PONV dengan kombinasi dua atau
lebih agen antiemetik yang mekanisme kerjanya berbeda. Hasil tinjauan menunjukkan
bahwa pendekatan multimodal dengan kombinasi dua atau lebih obat yang bekerja dengan
mekanisme berbeda lebih efektif dibandingkan monoterapi dalam menurunkan insiden
PONV. Kesimpulan dari literatur ini adalah pendekatan multimodal memberikan
efektivitas yang lebih baik dalam pencegahan PONV. Pemilihan kombinasi obat antiemetik
sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik dan risiko pasien.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: multimodal antiemetik, kombinasi obat antiemetik, anestesi umum, PONV
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 02 Oct 2026 03:44
Last Modified: 02 Oct 2026 03:44
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/4004

Actions (login required)

View Item
View Item