GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN TEKNIK SPINAL ANESTESI DI RSUD dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

ADUARSYAH, NABILAAYU (2025) GAMBARAN KEJADIAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN TEKNIK SPINAL ANESTESI DI RSUD dr. SOEDIRMAN KEBUMEN. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (839kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (240kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (201kB)

Abstract

Anestesi spinal merupakan metode pilihan yang banyak digunakan pada tindakan Sectio
Caesarea, namun salah satu efek samping yang paling sering muncul adalah Post Operative
Nausea and Vomiting (PONV) atau mual muntah pasca operasi, terutama dalam 24 jam
pertama setelah pembedahan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan
apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi
pasca operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian PONV pada
pasien Sectio Caesarea di RSUD dr. Soedirman serta menganalisis hubungan antara usia,
durasi operasi, dan durasi puasa terhadap kejadian PONV. Jenis penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah
81 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria inklusi.
Data penelitian diperoleh melalui catatan medis pasien dan dianalisis secara univariat
menggunakan distribusi frekuensi serta crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 20–30 tahun (90,6%) dengan
kejadian PONV sebesar 58,6%. Pada variabel durasi operasi, sebagian besar pasien
menjalani operasi kurang dari 1 jam 10 menit (90,6%) dengan kejadian PONV sebesar
51,7%. Sedangkan pada variabel durasi puasa, pasien dengan lama puasa lebih dari 7 jam
(87,5%) menunjukkan kejadian PONV paling tinggi yaitu sebesar 53,1%. Dari ketiga
variabel yang diteliti, durasi puasa memberikan pengaruh paling menonjol terhadap
kejadian PONV. Kesimpulan penelitian ini adalah usia, durasi operasi, dan durasi puasa
memiliki peran terhadap kejadian PONV, dengan frekuensi tertinggi pada pasien dengan
durasi puasa lebih dari 7 jam. Evaluasi terhadap lama puasa preoperatif perlu diperhatikan
untuk menurunkan risiko PONV pada pasien Sectio Caesarea dengan anestesi spinal.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: PONV, Sectio Caesarea, Spinal Anestesi
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 02 Oct 2026 08:06
Last Modified: 02 Oct 2026 08:06
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/4006

Actions (login required)

View Item
View Item