GAMBARAN KEJADIAN SHIVERING PASCA SPINAL ANESTESI BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUHU TUBUH PRAANESTESI DAN SUHU RUANG OPERASI PADA PASIEN BEDAH UROLOGI DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO

ROSIDI, NITI ALIEFVIYA (2025) GAMBARAN KEJADIAN SHIVERING PASCA SPINAL ANESTESI BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUHU TUBUH PRAANESTESI DAN SUHU RUANG OPERASI PADA PASIEN BEDAH UROLOGI DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (748kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (237kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (256kB)

Abstract

Shivering pasca spinal anestesi dapat meningkatkan kebutuhan oksigen dan risiko
gangguan jantung. Kondisi ini dipicu oleh suhu tubuh, suhu ruang operasi, serta
faktor bedah urologi seperti dehidrasi, perdarahan, dan efek anestesi yang
mengganggu termoregulasi yang dapat memicu terjadinya shivering. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian shivering pasca spinal
anestesi berdasarkan karakteristik suhu tubuh praanestesi dan suhu ruang operasi
pada pasien bedah urologi. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain
penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian
sebanyak 71 pasien. Teknik sampling dengan quota sampling sebanyak 41 pasien
bedah urologi dengan spinal anestesi. Jumlah sampel didapat dengan rumus slovin.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas derajat shivering pada pasien yang
memiliki karakteristik suhu tubuh praanestesi hipotermi (<36,5˚C) adalah derajat 0
dengan 18 responden (43.9%), suhu normal (36,5-37,5˚) memiliki hasil serupa,
yaitu derajat 0 dengan 10 responden (24.4%), dan hipertermi mengalami shivering
pada derajat 2 dengan 1 pasien (2.4%). Sedangkan dengan karakteristik suhu ruang
operasi dengan suhu di bawah ideal (<18˚C) dengan 26 responden (63.4%) derajat
shivering 0, dan suhu ideal (18-22˚C) mengalami derajat 0 dengan 2 responden
(4.9%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan
mayoritas kedian shivering pada penelitian ini tidak terjadi, tetapi sebanyak 31,8%
responden mangakami shivering sehingga perlu mendapatkan perhatian dan
penanganan dini. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian
dengan variabel yang lebih bervariasi.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Shivering, Urologi, Pasca Spinal Anestesi, Suhu Ruang Operasi, Suhu Tubuh Praanestesi
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 05 Oct 2026 03:34
Last Modified: 05 Oct 2026 03:34
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/4011

Actions (login required)

View Item
View Item