HUBUNGAN WAITING TIME PRE OPERASI TERHADAP KECEMASAN PASIEN ODONTECTOMY DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI KOTA CIREBON

ADELIA, PUTRI MEWA (2025) HUBUNGAN WAITING TIME PRE OPERASI TERHADAP KECEMASAN PASIEN ODONTECTOMY DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI KOTA CIREBON. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (217kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (180kB)

Abstract

Odontectomy merupakan prosedur bedah pencabutan gigi impaksi yang sering
dilakukan, terutama di wilayah Jawa Barat, dengan sekitar 450 kasus per tahun.
Tindakan ini sering melibatkan anestesi umum yang memerlukan waktu tunggu
lebih lama, yang dapat memicu kecemasan pada pasien. Berdasarkan pra-survei di
RSD Gunung Jati Kota Cirebon selama Agustus–Oktober 2024, tercatat 130 pasien
menjalani odontectomy, dengan 105 pasien mengalami kecemasan praoperasi.
Kecemasan dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien serta
berdampak pada proses anestesi dan pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara durasi waiting time praoperasi dan tingkat kecemasan
pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional, dengan 38 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah pasien
odontectomy usia 18-45 tahun, status ASA I dan II, serta pasien yang bersedia
menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah pasien yang menjalani operasi cito,
serta pasien dengan usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 65 tahun. Data
dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Instrumen yang digunakan
adalah lembar observasi dan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and
Information Scale (APAIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
pasien dengan waktu tunggu >30 menit mengalami kecemasan sedang hingga berat,
dengan nilai p = 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan
antara durasi waiting time dan tingkat kecemasan pasien. Pengelolaan waktu tunggu
yang efektif diharapkan dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan mutu
pelayanan praoperasi..

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: General Anestesi, Kecemasan, Odontectomy, Pre Operasi, Waiting time
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 05 Oct 2026 03:51
Last Modified: 05 Oct 2026 03:51
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/4013

Actions (login required)

View Item
View Item