Pamungkas, Ajeng Sukma (2024) FORMULASI MASKER CLAY EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) DENGAN KAOLIN DAN BENTONIT SEBAGAI BASIS MASKER. S1 thesis, Universitas Harapan Bangsa.
![[thumbnail of AWAL.docx]](http://eprints.uhb.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
AWAL.docx
Restricted to Registered users only
Download (490kB)
![[thumbnail of BAB I.docx]](http://eprints.uhb.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
BAB I.docx
Restricted to Registered users only
Download (62kB)
![[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.docx]](http://eprints.uhb.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
DAFTAR PUSTAKA.docx
Restricted to Registered users only
Download (52kB)
Abstract
Masker clay banyak digunakan karena mempunyai kemampuan meremajakan kulit, serta lebih efektif membersihkan kotoran pada wajah. Bahan alami yang dapat diformulasikan sebagai masker adalah kulit pisang ambon, yang mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 dan terkandung senyawa favonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, stabilitas fisik, iritasi dan kesukaan dari masker clay ekstrak etanol kulit pisang ambon (Musa Paradisiaca (L.) Kunt. var. Sapientum) dengan kaolin dan bentonit sebagai basis masker. Metode eksperimental menggunakan hewan uji untuk pengujian iritasi, dan menggunakan panelis terhadap pengujian kesukaan masker yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Harapan Bangsa. Sampel dalam penelitian ini adalah perbedaan kombinasi kaolin dan bentonit masing-masing F1(26,5%:0,5% ), F2(26%:1% ), F3(25,5%:1,5% ), F4(25%:2%) dengan konsentrasi ekstrak etanol kulit pisang ambon 13,46%. Hasil evaluasi pada pengujian sifat fisik baik pada pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar menunjukan pada semua formula telah memenuhi standar. Uji stabilitas menunjukan hasil yang baik setelah dilakukan cycling test. Analisis stastistik menggunakan SPSS menunjukan bahwa data terdistribusi normal (p-value>0,05), yang menunjukan perbedaan signifikansi pada pH, daya lekat, dan daya sebar antara formula. Uji iritasi pada hewan uji menunjukan tidak terjadinya eritema dan edema, dengan indeks iritasi primer 0 dan Uji hedonik menunjukan semua formula disukai oleh panelis, dengan formula 3 mendapatkan skor tertinggi. Kesimpulan dalam penelitian pada keempat formula telah memenuhi standar pengujian.
Kata kunci : Masker clay, kulit pisang ambon, kaolin, bentonit.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Masker clay, kulit pisang ambon, kaolin, bentonit |
Subjects: | Kesehatan > Farmasi |
Divisions: | Fakultas Kesehatan > S1 Farmasi |
Depositing User: | Mohammad Fathoni |
Date Deposited: | 21 Jan 2025 03:17 |
Last Modified: | 21 Jan 2025 03:17 |
URI: | http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3291 |