HUBUNGAN STATUS FISIK DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN DENGAN INHALASI ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RSUD KARDINAH KOTA TEGAL

HARTINI, TUTI (2023) HUBUNGAN STATUS FISIK DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN DENGAN INHALASI ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RSUD KARDINAH KOTA TEGAL. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (541kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (117kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (148kB)

Abstract

Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien yang menjalani pembedahan
dengan inhalasi anestesi adalah keterlambatan waktu pulih sadar. Waktu pulih
sadar merupakan waktu yang diperlukan oleh pasien untuk pulih dari efek obat
anestesi, dihitung sejak 30 menit setelah anestesi dihentikan. Salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi pulih sadar adalah status fisik pasien. Status fisik
merupakan gambaran dari kondisi tubuh seseorang yang dinilai sebelum operasi
dilakukan, sangat penting untuk mengetahui adanya penyakit sistemik yang
dapat berpengaruh pada tindakan atau obat anestesi yang akan diberikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status fisik dengan waktu
pulih Sadar pada pasien dengan inhalasi anestesi di ruang pemulihan RSUD
Kardinah Kota Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional
analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian
ini sebanyak 85 responden dengan teknik pengambilan sampel consecutive
sampling, menggunakan instrument American Society Of Anesthesiologi (ASA)
dan Aldrete Score. Analisis data dilakukan dengan uji statistic Chi Square. Hasil
penelitian menunjukan Responden dengan status fisik ASA I sebanyak 38
responden ( 44,7%) mengalami waktu pulih sadar kurang dari 30 menit dan tidak
ada responden yang mengalami waktu pulih sadar lebih dari atau sama dengan
30 menit dan responden dengan status fisik ASA II sebanyak 28 responden
(32,9%) mengalami waktu pulih sadar kurang dari 30 menit dan sebanyak 11
responden (12,9%) mengalami waktu pulih sadar lebih dari atau sama dengan 30
menit. Sedangkan responden dengan status fisik ASA III tidak ada yang
mengalami waktu pulih sadar kurang dari 30 menit dan sebanyak 8 responden
(9,4%) mengalami waktu pulih sadar lebih dari atau sama dengan 30 menit. Hasil
uji Chi Square didapatkan p=0,00 (p<0,05) sehingga dapat dinyatakan Ha
diterima dengan uji contingency coefficients sebesar 0.563 (C 0,40-0,599)
sehingga dapat dikatakan hubungan keduanya sedang atau cukup. Kesimpulanya
ada hubungan status fisik dengan waktu pulih sadar pada pasien dengan inhalasi
anestesi di ruang pemulihan

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Status Fisik, Waktu Pulih Sadar, Inhalasi Anestesi
Subjects: Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 13 Jan 2026 07:18
Last Modified: 13 Jan 2026 07:18
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3508

Actions (login required)

View Item
View Item