RETTOB, CICILIA DEI (2025) PENGARUH TERAPI BENSON TERHADAP TINGKAT PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE DI RSI PURWOKERTO. D4 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (785kB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (308kB)
Abstract
Benigna prostat hiperlasia (BPH) adalah suatu kondisi umum pada pria
lanjut usia yang sering menyebabkan gejala saluran kemih bagian bawah (LUTS).
Pada pria berusia 60 hingga 90 tahun, prevalensi BPH secara histologis adalah 50
hingga 80%.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan
desain penelitian pre-eksperimental design dengan bentuk One group pretest
posttest design. pada penelitian ini adalah seluruh pasien BPH yang menjalani
operasi TURP sebanyak 30 pasien. dapat diketahui bahwa kelompok usia tertinggi
yaitu 50-59 tahun sebanyak 11 responden (36,7%) dan terendah yaitu kelompok
usia 80-89 tahun sebanyak 3 responden (10,0%). Tingkat pendidikan tertinggi
yaitu SMP sebanyak 11 responden (36,7%) dan terendah yaitu perguruan tinggi
sebanyak 4 responden (13,3%). Riwayat operasi sebelumnya yaitu 19 responden
(63,3%) dan tidak ada riwayat operasi sebelumnya yaitu 11 responden (36,7%).
dapat diketahui bahwa gambaran sebelum terapi benson tertinggi yaitu tingkat
nyeri 4-6 (nyeri sedang) yaitu 30 responden (100%). Sedangkan dapat diketahui
bahwa gambaran setelah terapi benson tertinggi yaitu tingkat nyeri 1-3 (nyeri
ringan) sebanyak 29 responden (96,7%) dan terendah 4-6 (nyeri sedang) sebanyak
1 responden (3,3%).Menurut hasil uji wilcoxon diketahui bahwa nilai p0,05
berarti H0 ditolak dan terima Ha maka diinterpretasikan bahwa ada pengaruh yang
bermakna antara terapi benson dengan tingkat penurunan nyeri sebelum dan
setelah pemberian terapi Benson. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh
pemberian terapi Benson, terlihat pada kategori 4-6 (nyeri sedang) saat pre
(sebelum) pemberian terapi Benson mengalami perubahan menjadi kategori 1-3
(nyeri ringan) dan kategori 4-6 (nyeri sedang) saat post (sesudah) pemberian
terapi Benson.
| Item Type: | Thesis (D4) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bph, Turp, Nyeri, Terapi benson |
| Subjects: | Kesehatan > Keperawatan Anestesiologi Kesehatan |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan > D4 Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Lutfiah Zainur Rokhmi |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:03 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 07:03 |
| URI: | http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3527 |

