ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISA ANTARA BIAYA RUMAH SAKIT DAN BIAYA INA-CBG’s DI RSUD dr.R. GOETENG TAROENADIBRATA

FITRI, BELLA AISYA (2024) ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN HEMODIALISA ANTARA BIAYA RUMAH SAKIT DAN BIAYA INA-CBG’s DI RSUD dr.R. GOETENG TAROENADIBRATA. S1 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (708kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (296kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (400kB)

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah kondisi di mana ginjal mengalami kerusakan
permanen selama lebih dari tiga bulan. Pasien GGK tahap 5 memerlukan terapi
penggantian ginjal, seperti Hemodialisa (HD). HD yang dilakukan secara rutin
dapat menimbulkan biaya perawatan kesehatan yang sangat tinggi serta beban
sosial yang besar. Oleh karena itu, evaluasi biaya dalam pengelolaan perawatan
GGK sangat penting, serta diperlukan kebijakan yang lebih baik untuk
mendukung pembiayaan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan
menganalisis total biaya dan membandingkan biaya penyakit GGK dengan HD
antara biaya rumah sakit dan biaya INA-CBG’s di RSUD dr. R. Goeteng
Taroenadibrata. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan
pendekatan cross-sectional, menggunakan data sekunder dari rekam medis dan
dokumen pembayaran pasien GGK yang menjalani HD antara Juli hingga
Desember 2023. Jumlah sampel penelitian yang diperoleh adalah 85 pasien
dengan menggunakan metode total sampling, setelah menetapkan kriteria inklusi
dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien GGK adalah
wanita (43 pasien), dengan rata-rata usia antara 45-65 tahun dan penyebab utama
penyakit adalah hipertensi. Total biaya untuk 4032 episode kunjungan mencapai
Rp 2.639.982.958,00, dengan rata-rata biaya per episode sekitar Rp 841.900,00.
Dari hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan nilai p sebesar 0,365 (p>0,05),
yang mengindikasikan tidak ada perbedaan signifikan antara biaya rumah sakit
dan biaya INA-CBG’s, meskipun terdapat selisih sebesar Rp 85.735.729,00, yang
menunjukkan bahwa biaya rumah sakit lebih tinggi daripada biaya INA-CBG’s.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Analisis Biaya, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa, INA-CBG’s
Subjects: Kesehatan > Farmasi
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:57
Last Modified: 06 Feb 2026 03:57
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3636

Actions (login required)

View Item
View Item