SYAFIQOH, ALIFAH (2024) IMPLEMENTASI FISIOTERAPI DADA UNTUK MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA AN. F DENGAN PNEUMONIA DI RUANG CEMPAKA RSUD DR. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA. D3 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (506kB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (168kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Abstract
Pneumonia adalah jenis penyakit yang menginfeksi saluran napas secara akut. Penyakit
pneumonia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup anak, bahaya yang paling urgent
dapat menyebabkan kematian sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat. Penelitian ini
bertujuan untuk melaksanakan asuhan bersihan jalan nafas tidak efektif menggunakan
fisioterapi dada untuk meningkatkan bersihan jalan nafas pada anak dengan pneumonia.
Penelitian ini menggunakan studi kasus meliputi prosedur pengumpulan data yang
dilakukan menggunakan tata cara pendokumentasian suatu informasi dalam survei.
Prosedur pada penelitian ini berupa anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,
observasi di pertemuan kedua dan ketiga, wawancara dan studi dokumentasi. Metode
berikutnya yaitu dengan menggunakan instrumen pengumpulan data dan teknik
pengumpulan data yang antara lain melihat catatan rekam medis pasien, memberikan
inform concent pada orang tua, melakukan pengkajian, menyampaikan hasil pemeriksaan,
melakukan kontrak waktu setiap tindakan yang dilakukan, dan memberikan asuhan
keperawatan selama pasien dirawat. Hasil studi kasus didapatkan : pasien batuk namun
tidak mampu mengeluarkan dahak, pemeriksaan fisik paru didapatkan suara nafas
tambahan berupa ronkhi, suhu 37,9C, frekuensi pernafasan 38x/menit dan pola nafas
berubah-ubah. Hasil pemeriksaan fisik head to toe yang abnormal pada pemeriksaan toraks,
pola nafas irregular, didapatkan suara nafas tambahan ronkhi di paru atas. Pemeriksaan
laboratorium didapatkan leukosit meningkat, trombosit meningkat, limfosit menurun,
MCH dan MCV menurun. Diagnosa keperawatan utama yang muncul adalah bersihan jalan
nafas tidak efektif. Intervensi yang ditetapkan adalah manajemen jalan nafas dan fisioterapi
dada. Manajemen jalan nafas dan fisioterapi dada dilakukan selama 3 hari setiap pagi pukul
09.00 dan sore hari pukul 15.00 WIB, melibatkan tindakan kolaborasi terapi nebulizer ½
ventolin /6 jam untuk melebarkan jalan nafas. Setelah 3 hari intervensi didapatkan hasil
evaluasi antara lain batuk efektif cukup meningkat, produksi sputum cukup menurun,
frekuensi nafas cukup membaik, dan pola nafas cukup membaik sehingga masalah bersihan
jalan nafas tidak efektif dapat teratasi menggunakan metode fisioterapi dada.
| Item Type: | Thesis (D3) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bersihan jalan nafas, fisioterapi dada, pneumonia |
| Subjects: | Kesehatan > Keperawatan Kesehatan |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Lutfiah Zainur Rokhmi |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 02:07 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 02:07 |
| URI: | http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3666 |

