STUDI KASUS TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN PADA TN.A DI RUANG BIMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

Husna, Fina Milatul (2024) STUDI KASUS TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN PADA TN.A DI RUANG BIMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS. D3 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (679kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (211kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (130kB)

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu golongan gangguan jiwa berat dengan penyebab
yang heterogen baik dari gejala klinisnya, respon dari pengobatan, serta perjalanan
penyakitnya yang bervariasi. Tanda dan gejala skizofrenia terbagi menjadi tiga
pengelompokan diantaranya gejala kognitif, gejala negatif dan gejala positif. Gejala
positif yang umum pada pasien skizofrenia yaitu halusinasi. Halusinasi merupakan
suatu gejala gangguan jiwa di mana pasien merasakan suatu stimulus yang nyatanya
hal tersebut tidak ada. Pasien dengan halusinasi mengalami perubahan persepsi
sensori, merasakan sensasi palsu misalnya penglihatan, pengecapan, perabaan, dan
penciuman. Halusinasi ada beberapa jenis, salah satunya yaitu halusinasi pendengaran.
Halusinasi pendengaran bermacam-macam bentuknya, dapat berupa bunyi
mendenging, suara mengancam, atau suara yang tidak ada makna tetapi sering sekali
terdengar sebagai sesuatu kalimat yang berarti. Gangguan halusinasi dapat diatasi
dengan cara non farmakologi, terapi non farmakologi bisa lebih aman digunakan
karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi
non farmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik. Tujuan terapi
musik yaitu dinilai sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres, membantu
mendorong relaksasi, mengurangi depresi, pemecahan masalah dan dapat mengontrol
halusinasi. Terapi musik dangdut pada studi kasus ini dilakukan selama 4 hari berturutturut. Penulis menggunakan metode deskriptif di RSUD Banyumas yaitu penerapan
studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa dengan pengkajian,
perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini
diharapkan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan dari
hasil catatan lembar keperawatan menunjukan pasien mengalami penurunan frekuensi
halusinasi pendengaran dengan tanda gejala halusinasi pendengaran yang di awal 6
turun menjadi 2 poin setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis.

Item Type: Thesis (D3)
Uncontrolled Keywords: Halusinasi pendengaran, Terapi musik
Subjects: Kesehatan > Keperawatan
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 13 Feb 2026 03:47
Last Modified: 13 Feb 2026 03:47
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3680

Actions (login required)

View Item
View Item