STUDI KASUS PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

FEBRIANTI, SEFI (2024) STUDI KASUS PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS. D3 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
1. AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (942kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (277kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (286kB)

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tidak mempunyai
hubungan dengan realitas, dimana selama periode gangguan jiwa, individu
tersebut tidak menyadari apa yang dialami orang lain tentang hal yang sama dan
orang lain tidak mempunyai respons dengan cara yang sama. Berdasarkan data
WHO tahun 2019, 1 dari setiap 8 orang atau 970 juta orang di seluruh dunia hidup
dengan gangguan jiwa. Didapatkan data dari rekam medik di RSUD Banyumas
pada tahun 2021 menyebutkan prevalensi isolasi sosial diruang Nakula ada 14
orang. Salah satu masalah yang ditemukan pada pasien gangguan jiwa berat
adalah isolasi sosial.
Masalah isolasi sosial dapat dilakukan dengan Terapi Aktivitas Kelompok
Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan Terapi Aktivitas
Kelompok Sosialisasi (TAKS) pada pasien isolasi sosial. Metode penelitian ini
menggunakan studi kasus deskriptif. Studi kasus ini sudah dilaksanakan di Ruang
Sadewa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tanggal 18 November 2023.
Subyek pada studi kasus ini pasien dengan diagnosa Skizofrenia dengan masalah
isolasi sosial. Instrumen pengumpulan data dengan format pengkajian asuhan
keperawatan jiwa, lembar observasi Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisai
(TAKS). Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi selama
9 hari dengan penerapan TAKS ada perubahan penurunan tanda dan gejala isolasi
sosial sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi
(TAKS), dan pasien mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan
orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini, hasil dari penerapan Terapi Aktivitas
Kelompok Sosialisasi (TAKS) dari sesi 1 sampai sesi 7 perlu direkomendasikan
agar perawatan pasien dengan isolasi sosial menjadi efektif.

Item Type: Thesis (D3)
Uncontrolled Keywords: Isolasi Sosial, Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi, Kemampuan Sosialisasi
Subjects: Kesehatan > Keperawatan
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 25 Feb 2026 06:41
Last Modified: 25 Feb 2026 06:41
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3702

Actions (login required)

View Item
View Item