PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK

S, Wiwit (2024) PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH GANGGUAN MOBILITAS FISIK. D3 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
1. AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (826kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (184kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (169kB)

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang
menjadi penyebab utama kecacatan usia dewasa. Stroke memerlukan perhatian
yang serius karena jumlah kasus yang terus meningkat dan mempunyai angka
kematian yang tinggi. Masalah keperawatan yang sering dijumpai adalah
gangguan mobilitas fisik yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih
ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menghambat dan
mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.
Tujuan: Mendeskripsikan secara umum tentang penerapan ROM terhadap
peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemoragik dengan masalah
keperawatan gangguan mobilitas fisik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif yaitu
menggambarkan asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. D selama 3x24
jam, mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis, rencana intervensi,
implementasi dan evaluasi.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas
fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan kekuatan otot pasien melemah
(skala 3) pada ekstremitas kiri atas dan bawah, rentang gerak ROM terbatas yaitu
pasien tampak nyeri ketika dilakukan fleksi ekstensi pada bahu, fleksi pada siku,
dan fleksi ekstensi pada panggul dan lutut., aktivitas pasien dibantu oleh keluarga,
pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 3 tahun yang lalu, tekanan darah 165/94
mmHg, nadi 107x/menit, pernapasan 20x/menit, suhu 36,6℃. Dari hasil
pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik.
Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang
dibuktikan dengan terjadi peningkatan pada kekuatan otot ekstremitas kanan dari
skala 3 menjadi skala 4.
Kesimpulan: Berdasarkan data yang diperoleh, terapi ROM terbukti efektif untuk
meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik.
Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3x24 jam. Tindakan ROM selama
3x24 jam menunjukan adanya perubahan terhadap skala kekuatan otot pasien.

Item Type: Thesis (D3)
Uncontrolled Keywords: RANGE OF MOTION (ROM), STROKE, MOBILITAS FISIK
Subjects: Kesehatan > Keperawatan
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 25 Feb 2026 06:51
Last Modified: 25 Feb 2026 06:51
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3704

Actions (login required)

View Item
View Item