PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PENGGUNAAN JAHE DAN MADU SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS UNTUK ANAK DENGAN ISPA PADA KADER POSYANDU DI DESA KARANGAREN KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA

KIRANA, LINTANG (2024) PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PENGGUNAAN JAHE DAN MADU SEBAGAI UPAYA NONFARMAKOLOGIS UNTUK ANAK DENGAN ISPA PADA KADER POSYANDU DI DESA KARANGAREN KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA. D3 thesis, UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA.

[thumbnail of AWAL] Text (AWAL)
1. AWAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (558kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (120kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB)

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat ini masih menjadi
permasalahan yang sering ditemukan pada anak. Data hasil pra survei yang
didapatkan penulis melalui wawancara dengan bidan desa di Desa Karangaren
Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga terdapat sejumlah 81 kasus ISPA
pada anak. Penulis juga melakukan wawancara dengan salah satu kader posyandu
sekaligus seorang ibu yang mengatakan bahwa masih belum paham mengenai
penggunaan jahe dan madu yang dapat digunakan untuk penanganan ISPA pada
anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk
meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam penanganan ISPA melalui
penggunaan jahe dan madu sebagai upaya nonfarmakologis dan untuk
menyampaikan kembali informasi penanganan ISPA kepada orang tua anak.
Metode PkM yang digunakan yaitu melalui pengisian kuesioner pre test,
pemberian pendidikan kesehatan melalui ceramah dan diskusi dengan media
powerpoint dan leaflet yang dibagikan diakhir kegiatan, pengisian kuesioner post
test serta evaluasi kegiatan. Pertemuan pertama tahap pre test didapatkan hasil
identifikasi karakteristik usia kader antara usia 34-53 tahun, dan karakteristik
pendidikan mulai dari tingkat SMP/SLTP, SMA/SLTA, dan D2, serta mayoritas
karakteristik pekerjaan kader tidak bekerja sebagai ibu rumah tangga. PkM
dilaksanakan selama 2 kali pertemuan bertempat di Balai Desa Karangaren dan
diikuti oleh 10 kader posyandu yang terevaluasi. Hasil PkM didapatkan adanya
peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata skor pre test 63,6 meningkat menjadi
82,9 pada post test dengan selisih nilai 19,3. Kesimpulan kegiatan ini adalah
meningkatnya pengetahuan kader melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan
bertambahnya pemahaman kader posyandu di Desa Karangaren. Bagi kader
posyandu diharapkan dapat menyampaikan kembali informasi penanganan ISPA
menggunakan jahe dan madu pada orang tua anak. Luaran dari kegiatan PkM ini
yaitu Pubikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat mengenai pemberian edukasi
tentang penggunaan jahe dan madu sebagai upaya nonfarmakologis untuk anak
dengan ISPA.

Item Type: Thesis (D3)
Additional Information: Pengabdian Kepada Masyarakat
Uncontrolled Keywords: anak, edukasi, ISPA, jahe dan madu, nonfarmakologis
Subjects: Kesehatan > Keperawatan
Kesehatan
Divisions: Fakultas Kesehatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Lutfiah Zainur Rokhmi
Date Deposited: 27 Mar 2026 07:34
Last Modified: 27 Mar 2026 07:34
URI: http://eprints.uhb.ac.id/id/eprint/3713

Actions (login required)

View Item
View Item